Setelah menjuarai Piala Eropa 2008 bersama Luis Aragonez, banyak yang meragukan Spanyol bakal sukses di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan bersama Vicente Del Bosque. Spanyol memang tak pernah betul-betul tampil impresif, kecuali dalam hal penguasaan bola.
Spanyol mengakhiri fase grup putaran final sebagai juara Grup H dengan nilai enam dari tiga pertandingan. Namun, sejumlah kalangan menilai mereka tidak meyakinkan. Setelah kalah 0-1 dari Swiss, Spanyol menang 2-0 atas Honduras dan 2-1 atas Cile.
Piala Dunia 2006, menjadi kali pertama bagi Jerman bersatu sebagai tuan rumah. Jerman yang saat itu masih bernama Jerman Barat pernah menjadi tuan rumah dan sekaligus menjuarainya pada Piala Dunia 1974. Besar harapan publik, Jerman bisa mengulang sukses Piala Dunia 1974. Sayang, harapan tinggal harapan. Tim besutan Jurgen Klinsmann harus puas meraih perunggu setelah mengalahkan Portugal 3-1.
Perhelatan Piala Dunia kali ini, hanya mengalami sedikit perubahan dari Piala Dunia 2002. Juara bertahan, tidak lagi lolos secara otomatis. Selain itu, babak tambahan waktu 2x15 menit tidak menggunakan sistem golden goal.
PIALA Dunia 2002 untuk pertama kalinya berlangsung di Asia. Jepang dan Korea Selatan (Korsel) mendapat kehormatan menggelar pertama kalinya di Piala Dunia di milenium kedua. Selain itu, Jepang dan Korsel menjadi dua negara pertama yang menjadi tuan rumah secara bersama.
Sama halnya dengan Piala Dunia 1998, pada turnamen ini masih melibatkan 32 tim yang terbagi dalam 8 grup. Kedua negara pun sangat serius untuk menggelar Piala Dunia kali ini. Mereka rela menghabiskan dana cukup besar untuk membenahi infrastruktur kota dan membangun 20 stadion yang kebanyakan dimulai dari nol.
PERANCIS memang terkenal sebagai negara yang mampu melahirkan pemain dan tim yang terbaik. Selain itu, Perancis bisa dibilang yang membidani lahirnya Piala Dunia.
Adalah Jules Rimet yang bertahun-tahun menjadi presiden FIFA merupakan orang berusaha keras untuk memperkenalkan Piala Dunia. Walau Perancis pelopor, taji "Tim Ayam Jantan" tidak cukup tajam pada kompetisi ini. Pada 1938, "Les Blues" dipercaya untuk menggelar ajang ini untuk ketiga kalinya, memiliki kesempatan emas untuk menggondol piala. Namun, Perancis gagal unjuk gigi di rumahnya karena Italia yang menjadi jawara untuk kedua kalinya setelah mengalahkan Hungaria 4-2.
EMPAT tahun sejak permainan defensif di Piala Dunia Italia 1990, Amerika Serikat mendapat kesempatan pertama menjadi tuan rumah turnamen tersebut. Muncul perasaan skeptis atas penunjukkan negara yang asing terhadap sepak bola itu.
Tidak mudah bagi AS untuk mendongkrak popularitas sepak bola di negara mereka. Nama football yang sudah sedemikian akrab di telinga penggemar sepak bola dunia bermakna lain di Negeri Paman Sam. Di sana, orang harus membiasakan menyebut sepak bola dengan istilah soccer.
UNTUK kedua kalinya, Italia menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 1990. Negeri Pizza itu menjadi negara kedua--setelah Meksiko--yang mendapat dua kali kesempatan menggelar turnamen akbar itu. Sayang, kali ini banyak catatan negatif di ajang tersebut.
Pada kesempatan pertama tahun 1934, "Gli Azzuri" sukses menjadi juara dunia di kandangnya sendiri. Setelah 56 tahun berlalu, Italia justru dilanda kecemasan ketika harus mempersiapkan diri menjadi tuan rumah pada 1990. Mereka hanya punya waktu enam tahun untuk memperbarui 12 stadion yang ditunjuk FIFA sebagai tempat pertandingan. Renovasi stadion molor, meski akhirnya selesai sebelum pembukaan turnamen di Milan.
TAHUN 1986 merupakan tahun gemilang bagi persepakbolaan Meksiko, tuan rumah Piala Dunia waktu itu. Namun, bintang turnamen itu justru berasal dari Argentina, yakni sang kapten Diego Maradona. Pada tahun itu, Maradona meraih puncak kariernya di pentas internasional disertai kontroversi gol "Tangan Tuhan".
Tuan rumah Piala Dunia ke-13 sebetulnya diserahkan kepada Kolumbia. Karena masalah keuangan di negara tersebut, FIFA kemudian memindahkannya ke Meksiko. Dalam hal infrastruktur, Meksiko yang pernah menjadi tuan rumah 16 tahun sebelumnya dianggap lebih siap dibanding calon lain yakni Kanada dan Amerika Serikat. Delapan bulan sebelum penyelenggaraan PD 1986, negara di Amerika Utara itu sempat diguncang gempa bumi yang menewaskan 20.000 orang. Untunglah gempa ini tak merusak 12 stadion tempat penyelenggaraan turnamen.
ITALIA sempat unggul 2-0 atas Brasil dalam hal koleksi gelar Piala Dunia. Namun, Brasil mampu mengejar dan unggul 3-2. Akhirnya, baru pada Piala Dunia 1982 Spanyol, Italia mampu berdiri sejajar dengan Brasil.
Sulit diduga Italia mampu melangkah sejauh itu. Pasalnya, di putaran kedua, mereka berada satu grup dengan Argentina dan Brasil. Namun, secara meyakinkan, mereka mengalahkan kedua wakil Amerika Selatan itu dan melaju ke semifinal.
UNTUK pertama kalinya, setelah 16 tahun, Piala Dunia 1978 kembali digelar di Amerika Selatan, tepatnya di Argentina. Mengingat situasi politik Argentina saat itu, keputusan FIFA bukannya tak mengundang kontroversi dan ancaman boikot.
Ketika FIFA memutuskan menggelar Piala Dunia 1978 di Argentina, situasi pemerintahan jauh dari keadaan aman dan tenteram. Penguasa militer saat itu menjalankan roda pemerintahan dengan tangan besi. Aksi protes melawan pemerintah selalu direspons dengan penangkapan, penyiksanaa, dan pertumpahan darah.
BRASIL sudah puas menguasai Piala Dunia 1970 Meksiko. Saat itu, mereka menjadi juara, untuk yang ketiga kalinya dan karenanya berhak menyimpan trofi Jules Rimet secara permanen. Tercatatnya Pele sebagai manusia tersukses di Piala Dunia karena mengantar Brasil menjuarai tiga Piala Dunia itu, semakin mengukuhkan dominasi "Tim Samba".
Tak ada yang menyangka, pesta besar di Meksiko itu menandai berakhirnya hegemoni Brasil di Eropa. Hanya empat tahun setelahnya, tepatnya di Piala Dunia 1974 Jerman Barat, keanggunan gaya samba dilibas permainan sepak bola menyerang dan efektif Eropa, yang diwakili Belanda dan Jerman Barat.
DARI Amerika, Piala Dunia kembali diselenggarakan di Eropa. Inggris yang sudah menunggu selama 16 tahun sejak berpartisipasi di turnamen ini, mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah. Dan, mereka sangat optimistis bisa mengakhiri penantian untuk merengkuh trofi paling bergengsi ini setelah menembus perempat final di Cile 1962.
Dengan sejumlah pemain top dan sedang berada di usia matang, pelatih Alf Ramsey merasa timnya punya potensi untuk menyingkirkan lawan mana pun. Banks, Moore, Charltons, Greaves, Hurst dan Hunt, merupakan deretan nama yang menjadi andalan "The Three Lions".
PADA kongres FIFA tahun 1956 di Lisbon, Portugal, ada tiga negara yang secara resmi mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 1962. Argentina, Chili, dan Jerman Barat, menyatakan kesediaan mereka untuk menyelenggarakan turnamen sepak bola antar-negara tersebut.
Jerman Barat menjadi negara pertama yang "tersingkir", karena hampir semua peserta kongres tidak sepakat jika Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut diselenggarakan di benua Eropa.
PIALA Dunia 1958 masih tetap berlangsung di Eropa, dan Swedia mendapat kehormatan untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah. Di sini pula, turnamen empat tahunan ini diliput oleh televisi dan disiarkan secara internasional.
Format kompetisi pun berganti lagi. 16 tim dibagi dalam empat grup seperti pada tahun 1954, tetapi sekarang semua tim yang tergabung dalam satu grup harus saling berhadapan, tetapi tim yang berada di peringkat dua dan ketiga harus melewati babak play-off. Pada fase grup ini tak ada perpanjangan waktu. Dua tim teratas akan melaju ke perempat final, dan setelah itu formatnya menggunakan sistem knock-out.
SWISS mendapat kehormatan sebagai tempat penyelenggaraan Piala Dunia kelima, dan ajang ini juga menjadi puncak ulang tahun ke-50 markas FIFA yang berada di Zurich.
Negera ini telah mendapat jaminan turnamen sepak bola antar-negara tersebut usai kongres perang dunia pertama 1946, dan mereka telah menghabiskan waktu selama delapan tahun untuk membangun stadion baru sebagai tempat pertandingan.
PERANG Dunia II menghancurkan banyak segi kehidupan, termasuk sepak bola. Pesta sepak bola sejagad, Piala Dunia, yang dirintis sejak 1930 pun jadi terhenti. Terakhir digelar pada 1938, setelah itu perang berkecamuk di mana-mana.
Selepas Perang Dunia II, FIFA ingin membangkitkan kembali Piala Dunia. Rencana semula dalam Kongres FIFA Luksemburg pada Juli 1946, Piala Dunia akan digelar digelar lagi pada 1949. Tak ada yang berani menjadi tuan rumah, karena perang telah menghabiskan banyak biaya dan tenaga.
SEPAK bola Indonesia tak perlu berkecil hati. Negeri ini ternyata pernah tampil di Piala Dunia pada 1938 di Perancis.
Namun, saat itu Indonesia yang masih dalam jajahan Belanda, memakai nama Hindia Belanda. Di babak kualifikasi, Indonesia bertemu Jepang. Namun, "Negeri Matahari" mengundurkan diri, sehingga Indonesia langsung ke putaran final.
Saat itu, sepak bola Indonesia cukup bagus untuk ukuran Asia. Mereka datang ke Perancis mengandalkan pemain seperti Mo Heng, Hu Kom, Samuels, Nawir, Meng, Anwar, Hong Dijen, Soedarmadji, Sommers, Pattiwael, Taihuttu.
Dalam diri Benito Mussolini, Italia memiliki pemimpin yang ingin menggunakan segala cara dan alat untuk menyebarluaskan informasi dan pesan dari negaranya. Jadi, ketika FIFA menyatakan bahwa Piala Dunia 1934 digelar di Italia, hal itu dipandang sebagai sarana propaganda bagi Il Duce dan, sebagai konsekuensinya, Italia harus memenangi ajang itu.
Untungnya, Italia memiliki pelatih visioner dalam diri Vittoria Pozzo. Dikenal sebagai pelatih pertama berpemahaman taktik mumpuni, Il Vecchio Maestro menjawab "tantangan" Mussolini. Ia membawa Italia mencetak rekor sebagai tim Eropa pertama yang menjuarai Piala Dunia, seperti Uruguay, di kandang sendiri.
SEPAK bola terus mendapatkan popularitasnya di dunia pada dekade 1920-an. Ini membuat otoritas sepak bola dunia, FIFA, mulai bermimpi bagaimana menggelar turnamen internasional sepak bola yang punya pengaruh besar.
FIFA yang diketuai Jules Rimet, sempat memasukkan sepak bola di Olimpiade 1924 dan dimenangkan oleh Uruguay. Namun, gemanya masih belum besar. Selain itu muncul konflik siapa yang akan mengatur turnamen itu, FIFA atau Komite Olimpiade Internasional (IOC).
PIALA Dunia Meksiko 1970 pantas boleh disebut sebagai pionir sepak bola modern. Selain munculnya rekor-rekor baru, aturan main baru dan inovasi teknologi, momen ini menandai penampilan terakhir Pele di Piala Dunia.
Piala Dunia kali ini tak pernah disangka mampu sukses, seperti Piala Dunia 1966 Inggris. Pasalnya, ini adalah untuk pertama kalinya Piala Dunia digelar di Amerika Utara. Ini juga pertama kalinya Piala Dunia dihelat di luar Amerika Selatan dan Eropa.